BERI PEMBEKALAN SATGAS KODIM YALIMO YONIF 142/KJ, DANREM 172/PWY : KEDEPANKAN BINTER DAN KOMSOS




Sentani – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan memberikan pembekalan kepada 400 orang personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Kodim Yalimo Yonif Raider 142/KJ, bertempat di Gedung Serbaguna Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Kab. Jayapura, Jum’at (8/4).

Yonif Raider 142/KJ merupakan salahsatu Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan di wilayah Korem 172/PWY yang akan melaksanakan tugas di Kodim Yalimo menggantikan Satgas Yonif RK 751/VJS yang akan melaksanakan purna tugas.

Mengawali pembekalannya, Danrem 172/PWY mengucapkan selamat datang di Bumi Cenderawasih Papua. Selanjutnya Danrem menyampaikan bahwa kedatangan Satgas Yonif R 142/KJ ke Bumi Cenderawasih adalah untuk memenangkan pertempuran. Pertempuran yang dimaksud adalah pertempuran bukan dengan senjata dan peluru tetapi pertempuran untuk memenangkan fikiran, hati dan perasaan masyarakat Papua.

Sebagai satuan yang ditugaskan sebagai Satgas Kewilayahan Kodim Yalimo, tugas pokok Yonif R 142/KJ sama dengan Kodim dan Koramil di daerah-daerah lain di Indonesia, yakni melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos) sesuai dengan arah kebijakan Pimpinan TNI.

Danrem menjelaskan bahwa Binter dan Komsos merupakan metode yang tepat sebagai solusi pada penyelesaian permasalahan di Papua. Dengan pelaksanaan pendekatan Binter dan Komsos yang tepat maka sedikit demi sedikit akan menimbulkan perubahan sikap masyarakat Papua dari yang menolak menjadi menerima keberadaan TNI disekitar mereka. 

Danrem turut menyampaikan bahwa saat ini masih banyak sentimen-sentimen yang dibangun oleh kelompok yang masih bersebrangan dengan NKRI, sehingga untuk melumpuhkan sentiment tersebut gunakan senjata Komsos, dengan menggunakan munisi yang mengakar kepada adat istiadat Papua, mengakar kepada keyakinan masyarakat Papua, mengakar kepada mitos-mitos yang dipahami oleh masyarakat Papua dan mengakar pada perjalanan sejarah yang dialami masyarakat Papua.

Berkaitan dengan itu, setiap prajurit diharapkan untuk memahami daerah tugas, memahami Papua adalah tanah adat, Papua tanah yang diberkati, Papua adalah surga kecil yang turun ke bumi sehingga tidak boleh dirusak dan tidak boleh ada pertumpahan darah di tanah ini.

Terakhir Danrem menekankan agar terus meningkatkan disiplin dan jangan lengah, mematuhi semua protap-protap di daerah penugasan yang sudah ditekankan, memahami indikator-indikator pos akan diserang, menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah setempat serta para tokoh adat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat sehingga pelaksanaan tugas akan berhasil.

Post a Comment

0 Comments