Menjelang Bulan Ramadhan Satgas Pamtas Yonif 407/PK Kembali Mengamankan Delapan PMI Ilegal Di Jalur Non Prosedural











Satgas Pamtas Yonif 407/PK kembali berhasil mengamankan sebanyak 8 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur Non Prosedural atau jalur tidak resmi yang ada diwilayah perbatasan RI-MLY.

8 PMI Non Prosedural tersebut diamankan anggota Satgas Pamtas Yonif 407/PK, pada saat akan melewati jalur tikus atau Jalur tidak resmi yang ada dikawasan perbatasan RI-MLY sektor Timur, Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 407/PK, Letkol Inf Catur Irawan, dalam Rilis tertulisnya di Pos Komando Taktis (Kotis) Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu, Kalbar. Jum’at (19/03/21).

Kedelapan PMI tersebut diamankan oleh anggota Satgas Yonif 407/PK yang sedang melaksanakan kegiatan Patroli Keamanan diwilayah perbatasan terutama jalur Non Prosedural atau jalur tidak resmi yang ada disepanjang perbatasan RI-MLY Sektor Timur, Kalimantan Barat.

“Dari kegiatan Patroli Keamanan yang dilaksanakan, berhasil diamankan sebanyak 8 Orang PMI ilegal dengan inisial AD (43), JM (28), RM (38), IW (40), LS (20), NA (4), KS (20), dan SS (26) yang mana kedelapan PMI Ilegal tersebut merupakan warga Sulawesi Selatan, yang keluar dari Malaysia dan kembali ke Indonesia melalui jalur tikus,” ungkapnya.

Dansatgas Yonif 407/PK menegaskan, menjelang Bulan Suci Ramadhan pengawasan terhadap jalur-jalur Non Prosedural atau jalur tidak resmi yang ada di perbatasan Indonesia-Malaysia akan terus diperketat guna untuk mencegah segala bentuk kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal.

“Kami Satgas Pamtas Yonif 407/PK akan terus melaksanakan patroli secara ketat untuk mencegah keluar masuknya barang maupun orang dari jalur tidak resmi. Dengan tulus dan ikhlas serta semangat yang tinggi untuk menjalankan tugas yang diemban sebagai TNI diwilayah perbatasan ini,” ujar Dansatgas.

Menurut keterangan dari Kedelapan PMI Non Prosedural tersebut, mereka bekerja sebagai pekerja sawit di daerah Malaysia, namun dikarenakan adanya kebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia, serta menjelang Bulan Suci Ramadhan membuat mereka berhenti dari pekerjaannya, sehingga mengharuskannya kembali ke Indonesia.

Satgas Yonif 407/PK telah bekerja sama dengan Instansi terkait di perbatasan, memastikan semua WNI yang masuk ke Tanah Air dari Malaysia harus melalui rangkaian ketat pemeriksaan Protokol Kesehatan COVID-19. Setelah dinyatakan negatif, Kedelapan PMI tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Imigrasi kelas II Nanga Badau untuk penanganan lebih lanjut.

“Semuanya yang masuk dari Malaysia baik yang melewati jalur resmi maupun jalur Non Prosedural, akan kita arahkan untuk melewati rangkaian pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan dari Karantina Kesehatan, Imigrasi serta Bea Cukai. Walau hasil pemeriksaan kesehatan terhadap delapan PMI tersebut negatif, namun pihak PLBN Nanga Badau memintanya untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” kata Dansatgas.

Post a Comment

0 Comments