Waspada Terhadap Ancaman Asimetris, KRI Sultan Hasanuddin-366 Laksanakan Latihan Penembakan Meriam




TNI AL. Koarmada II, 19 Nopember 2020.
 
Satgas Maritim Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL 2019 KRI Sultan Hasanuddin-366 yang di komandani oleh Letkol Laut (P) Ludfy, juga Dansatgas MTF kembali melaksanakan latihan penembakan meriam yang berlangsung di area latihan Barbara, sebelah barat Area Maritime of Operations (AMO), Laut Mediterania Lebanon, Rabu(18/11).
 
Penembakan ini merupakan yang ke-3 oleh KRI Sultan Hasanuddin-366, salah satu kapal perang dari jajaran Satuan Kapal  Eskorta (Satkor) Koarmada II. Dimana sebelumnya penembakan dilaksanakan pada bulan Mei dan Oktober di area yang sama.

Namun latihan kali ini menurut Letkol Ludfy berbeda dengan latihan sebelumnya, yakni menggunakan skenario. Kapal di-skenariokan melawan ancaman _asymmetric_, dimana prosedur _surface warning_ 1 sampai dengan 4 diabaikan oleh kontak sehingga dilaksanakan tembakan peringatan sampai tembakan penghancuran sebagai upaya pertahanan atau  _self defence_.

“Latihan ini merupakan suplemen prajurit dan harus dilaksanakan secara periodik, terutama selama menjalankan misi perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon. Tujuannya adalah untuk tetap menjaga serta meningkatkan ketangkasan, ketrampilan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang sewaktu-waktu dapat terjadi”, ujar Ludfy-sapaan karib Dansatgas MTF/Dan KRI Sultan Hasanuddin-366.

Ludfy juga menambahkan bila latihan penembakan meriam tersebut adalah wujud implementasi dari instruksi Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G Sudihartawan, yang sekaligus merupakan tindak lanjut dari program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono di bidang Peningkatan kemampuan TNI AL dalam hadapi ancaman bersifat non-konvensional.

(Pen2).

Post a Comment

0 Comments