TNI Dukung Kampanye Dalam Rangka Peringatan 16-HAKTP Tahun 2020 Kabupaten Belu, NTT


 

Dalam rangka peringatan  16-HAKTP (16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak) Tahun 2020, TNI bersama dan instansi terkait melaksanakan kegiatan Kampanye yang dimulai sejak tanggal 25, 26 dan 29 November 2020 di tiga lokasi se-Kabupaten Belu, nusa Tenggara Timur. 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/11/2020).

Dikatakannya, kegiatan tersebut digelar oleh DPPPA (Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak) Kabupaten Belu bersama Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB yang diwakili oleh Lettu (Inf) Mukmin selaku Pasiter Satgas dan didampingi oleh Pakum Satgas Letda (Chk) Kadek Dwi Muliantara, S.H. dan Patop Satgas Letda (Ctp) Aris Setiawan.

"Kampanye yang dilakukan berlangsung tiga kali kegiatan dari tanggal 25, 26 dan 29 di beberapa titik di wilayah Kabupaten Belu diantaranya pasar Atambua, pasar Halilulik dan pasar Lolowa," jelasnya

"Selain kegiatan kampanye para relawan juga sambil membagikan bunga dan leaflet/selebaran ke Masyarakat, dimana tujuan kampanye tersebut adalah untuk membangun Komitmen bersama dalam rangka menolak kekerasan terhadap perempuan dan Anak." tambahnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya DP3A Kab. Belu, FPPA Atambua, KPA Kab. Belu, Kesbangpol, Pasiter Satgas dan Pakum Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB, Polres Belu, HI, Dinas Pariwisata, PKK dan  P2TP2A.

Kampanye Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16-HAKTP) atau Days of Activism Against Gender Violence merupakan Hari Kampanye yang mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap Perempuan dan anak. 16-HAKTP diperingati sejak tanggal 25 November sampai 10 Desember setiap tahunnya.

Terpisah, Pakum Satgas Letda (Chk) Kadek Dwi Muliantara, S.H. mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan dengan mempertimbangkan dimana saat ini masih banyak kaum perempuan di Indonesia sedang dan telah mengalami kekerasan fisik maupun sosial, buktinya masih banyak laporan-laporan dan data juga ada yang menunjukkan memang kekerasan terhadap perempuan maupun anak itu masih ada dan salah satunya yang terjadi di Kabupaten Belu ini.

Sementara Theresia Saik, M.Kes (Ketua DP3A) menyampaikan kegiatan tersebut adalah untuk dapat menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak termasuk penelantaran anak. Untuk itu beberapa hari ini bersama stakeholder terkait dan bersama TNI-Polri, kita mencoba mengkapanyekan, mensosialisasikan bagaimana kita memperlakukan perempuan dan anak selayaknya.

Lanjut Theresia, pihaknya memang ingin menyampaikan bahwa perempuan itu harus diberikan hak dan perlindungan sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

Suster Sisilia (Ketua FPPA) juga mengatakan ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan 16-HAKTP seperti Kampanye di tiga pasar, dialog interaktif di radio, webinar, sosialisasi di beberapa desa dengan harapan masyarakat tahu bahwa kekerasan itu adalah suatu pelanggaran dan harus dihapuskan.

"Kan kita tahu kalau disini seperti sudah membudaya itu kekerasan terhadap perempuan dan anak, sampai apa-apa sedikit mereka pukul sehingga perlu diberikan informasi terus menerus. Apalagi undang-undang yang sudah ada banyak warga disini yang belum membaca bahkan tidak bisa membaca dan tidak mengerti tetapi undang-undang bersifat memaksa dan menganggap semua tahu," terangnya

"Ini bukan kampanye partai politik tapi lebih kepada sosialisasi atau menyuarakan suara-suara yang tidak terdengar sehingga bisa sampai ke seluruh masyarakat dan ini rutin kita lakukan setiap tahunnya." pungkasnya

Post a Comment

0 Comments