Tersayat Akibat Terkena Parang Saat Bermain, Praka Abdul Azis dan Prada Albert Frenky Berikan Pertolongan




Anak-anak adalah masanya untuk bermain, namun jika bermain dengan benda tajam dan berbahaya tentu dapat berkibat buruk bahkan fatal dari terluka hingga kematian. Inilah yang terjadi kepada anak-anak perbatasan dimana saat bermain dengan parang akhirnya menyebabkan salah satu rekannya bernama terluka terkena sayatan dari parang yang digunakan.

Akibat kejadian tersebut personel kesehatan pos Asulait Satgas Satgas Pamtas Yonif Rk 744/SYB memberikan pertolongan kepada korban yang terkena sayatan pada bagian paha dimana kejadian tersebut berlokasi di dekat pos Asulait dusun fatubesi Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu/NTT (Rabu,11/11/2020).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/11/2020).

Dikatakannya, korban adalah Deni Arianto Mali (5) yang mengalami luka dalam di bagian paha kanannya dan cukup serius. 

“Praka Abdul Azis dan Prada Albert Frenky  selaku tenaga kesehatan pos Asulait bersama dan 3 personil lainnnya yang memberikan pertolongan dan pengobatan terhadap korban.’ jelasnya

Peristiwa ini terjadi disaat anak-anak berkumpul untuk makan mangga bersama, dimana saat itu menggunakan sebuah parang untuk mengupas dan memotong manga yang ada, namun akibat kekurang hatian dan bermain-main dengan parang tersebut sehingga tanpa disengaja telah melukai teman dekatnya sendiri dengan parang tersebut hingga mengakibatkan luka terbuka di bagian paha kanan.

Prada Albert Frenky ketika ingin menjahit luka tersebut tidak mendapat ijin Deni AM (5) selaku korban karena rasa takut akan sakit, sehingga dirinya hanya memberikan obat luar dan membalut/membungkus luka tersebut dengan perban sesuai keinginan daripada Deni AM (5) sendiri.

Danpos Asulait menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk senatiasa waspada dalam menjaga anak-anak dengan baik dan melarangnya terutama ketika bermain dengan benda tajam seperti pisau, parang dan lainnya sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali karena bisa membahayakan diri dan orang lain.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Nenek Deni yang bernama Mama,Anastasia  Soimau (30).

“terima kasih atas bantuan bapak TNI dari tim kesehatan yang gerak cepat membantu pengobatan cucu saya.” Tuturnya

Post a Comment

0 Comments