Pangkoarmada II Ikuti Rakor Pengamanan Maritim Indonesia Dengan Bakamla Secara Virtual




TNI AL. Koarmada II, Surabaya 11 Nopember 2020.

Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan, didampingi Asops dan Asintel Pangkoarmada II mengikuti Rakor Pengamanan Maritim Indonesia yang digelar oleh Kepala Bakamla RI melalui sarana video conference bertempat di Puskodal Mako Koarmada II, Ujung, Surabaya pada Selasa (10/11).

Rapat Koordinasi Pengamanan Maritim Indonesia yang dilaksanakan oleh Bakamla RI, adalah untuk membahas segala permasalahan keamanan dan keselamatan laut terkini yang terjadi di seluruh wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia selama tahun 2020, khususnya yang membutuhkan kesatuan pola pikir, pola sikap  dan pola tindak dari seluruh instansi keamanan maritim Indonesia.

Menurut Laksda TNI I N.G. Sudihartawan,  maksud dari kegiatan Rapat Koordinasi Pengamanan Maritim Indonesia ini adalah untuk menyampaikan isu terkini yang terjadi di laut, khususnya hasil operasi dan keselamatan laut, mengidentifikasi prioritas ancaman di laut berdasarkan tren dan bagaimana cara mengatasinya agar tercapai kesepahaman langkah-langkah taktis dan strategis untuk menghadapi ancaman nyata di laut.

“ Hasil dari Rakor ini akan menjadi rekomendasi pemerintah untuk mendapatkan arahan dan juga pedoman bagi seluruh kementrian dam lembaga yang terkait baik dalam lingkup regional yaitu wilayah yurisdiksi Indonesia khususnya ZEEI di Laut Natuna Utara yang masuk dalam klaim sepihak oleh China di LCS (Nine Dash Line), maupun lingkup nasional sendiri yaitu penanganan Covid-19 juga mewaspadai kerusakan hukum dan kejahatan di laut yang memanfaatkan kondisi pandemik tersebut, “ ujar Laksda Sudihartawan.

Laksda Sudihartawan juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, khususnya bidang Pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan Operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi. Juga di bidang peningkatan kemampuan di bidang Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) dan siber TNI AL serta peningkatan kemampuan TNI AL dalam hadapi ancaman bersifat non-konvensional.

(Pen2).

Post a Comment

0 Comments